16 Jul 2010

HIDUP IBARAT WARUNG MAKAN


Seorang Kakek dan Nenek turun dari sebuah bus antar kota di sebuah terminal. Mereka telah menempuh perjalanan dari perjalanan wisatanya di luar negeri. Setelah turun dari pesawat, Kakek dan Nenek tersebut lalu menumpang bus yang telah mereka naiki ini.
Mereka memang berencana untuk langsung menuju kota dimana anak dan cucunya tinggal. Kakek dan Nenek tersebut ingin membagikan oleh-oleh yang mereka dapat dari liburan panjang di masa tuanya.
Dengan membawa barang bawaannya, mereka lalu berjalan menuju sebuah warung makan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan.
Kakek dan Nenek itu duduk bersandar di kursi kosong di warung. “Uuhh, sampai juga akhirnya..” Kakek itu menghela nafas. “Empat jam di dalam bus membuat kaki tuaku ini terasa kaku.”
Warung makan itu lumayan besar, dengan jumlah kursi sekitar 30-an buah. Terlihat para pelayannya hiruk pikuk membersihkan meja-meja. Warung itu memang cukup ramai, sekitar tiga per empat jumlah kursinya telah terisi oleh orang-orang yang menikmati makan siangnya. Kakek dan Nenek itu dengan sabar menunggu pelayan menghampiri untuk menanyakan apa pesanannya.

Setelah lebih dari 20 menit, ternyata tak ada satu pelayan pun yang menghampiri mereka. Para pelayan selalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri-sendiri. Kakek itu lalu memberanikan diri untuk memanggil salah satu pelayan restoran itu.
“Mbak, aku mau pesan makanan !” serunya. Dan seruannya itu terdengar oleh salah satu pelayan – yang kemudian datang menghampirinya. Mungkin karena kelelahan, pelayan itu langsung duduk di kursi sebelah depan si kakek itu.

Sambil menyeka keringatnya pelayan itu berkata,
“Wah pak, maaf, di sini warung prasmanan, jadi kalau bapak mau pesan, bapak harus menuju ke meja saji dekat kasir itu”
Pelayan itu lalu melanjutkan,
“Silahkan bapak ambil makanan dan minuman yang bapak suka, kemudian langsung saja bayar di kasir.”
“Oooo begitu..” kata sang kakek. Lalu mereka berdua langsung bergegas menuju meja saji dan melakukan apa yang dikatakan oleh pelayan itu.

Setelah mengambil dan membayar makanannya kakek dan nenek itu langsung duduk di kursi yang mereka tempati tadi. Si pelayan juga masih berada di situ sambil mengipas-ngipas kepala dengan lap kecilnya.

Sambil mengunyah makanan, si kakek lalu bercerita.
“Tahu tidak, kalau warung makan ini mengingatkanku akan hidup.” Sang Kakek melanjutkan.

“Kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan, asal kita mampu untuk membayarnya. Kita bisa jadi apa saja yang kita mau asal kita mau membelinya dengan harga yang sebanding, kerja keras dan pantang menyerah hanyalah sebagian harga yang harus kita bayar.”
Sambil mengiris daging di piring dengan sendoknya, Kakek itu berkata.

“Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi sukses, tapi sukses tidak akan datang jika kita hanya menunggu seseorang datang kepada kita. Untuk dapat menikmati kesuksesan – kita harus mau berdiri, berjalan, lalu mengambil kesuksesan itu – kemudian membayarnya … yaah.. tepat seperti di warung prasmanan ini.”
Pelayan itu lalu tersenyum dengan hormat kepada Kakek itu, lalu pergi melanjutkan pekerjaannya.

36 komentar:

  1. Rutinitas pagi gan.
    Wah kakek kgk tau kalo jaman makin modern makan di warung makan itu begitu caranya.
    Nasehat kakek kepada nenek masuk akal juga selama kita mampu membelinya.

    BalasHapus
  2. Berkunjung pagi.
    Membeli atau mampu membeli saja masih kuran.
    Harus ada rasa kebahagiaan dan ketenangan

    BalasHapus
  3. pagi-pagi baca ginian jadi laper ...
    mana belom ada warung yang buka lagi ...

    sekarang bahkan mimpipun harus kita beli ...

    BalasHapus
  4. >> Mantaf!!!! senengnya dapat pencerahan pagi-pagi... trims sob... ^_^

    BalasHapus
  5. inspiring! thankyouuuu ~~

    BalasHapus
  6. btl, apalg skrg harg sembako mkn melambung..(ibu rt nih..),jd kl mau mkn enak ya kerja dl yg bener...,heheh,tq...

    BalasHapus
  7. Hidup memang punya banyak pilihan. Setiap orang diberi pilihan yang sama. Tetapi pilihan manusia ternyata berbeda-beda...

    BalasHapus
  8. pagi gan
    kunjungan rutin di pagi hari
    terima kasih

    BalasHapus
  9. hebatnya, si Kakek berpikir dengan cepat. Itulah manusia yang beruntung karena mampu menerjemahkan setiap kesempatan dan apapun yang ada di sekitarnya. Bahwa belajar dari lingkungan dan Ayat-ayat Allah akan meningkatkan kearifan dan keshalehan. Insya Allah

    BalasHapus
  10. setujuuuuuuuuuuu!
    semua orang itu punya kesempatan sama untuk jadi sukses. yang membedakan orang2 yang sungguhan jadi sukses dengan yang gak sukses adalah dari tekad dan kemauan untuk mewujudkannya itu.
    yap, semua selalu dimulai dari diri sendiri, dari banyak hal kecil yang bisa kita lakuin untuk kemudian jadi hal besar.
    gak ada yang instan, dan gak ada yang "gratis", semua harus diperjuangin sendiri bukan malah nunggu bantuan dari orang lain.
    sip sip...

    selamat hari jumat, mas
    semoga hari ini menyenangkan :D
    dan semoga kita semua bukan termasuk orang yang menyia-nyiakan kesempatan, amin.

    BalasHapus
  11. Iye ke??? setuju lah... untuk itu hidup nak hati-hati...

    BalasHapus
  12. nice...kakek itu udah memberi kunci kehidupan...thanks for sharing..have a great day..^_^

    BalasHapus
  13. bnr bgdd tu yg d katakn kakek itu...
    nice artikel... :D

    BalasHapus
  14. hahahaha...numpang ketawa dulu lah om

    BalasHapus
  15. saya suka...ada nilai falsafah hidup dalam kisah ini.semoga kita terinspirasi.

    terima kasih

    BalasHapus
  16. banyak belajar ne dari kakek...

    BalasHapus
  17. Bener banget Sob....Hidup ga akan berubah Instan dengan sendirinya... mesti usaha dan Doa...

    Semoga kita suskes bareng2 Sob hha....

    Met aktivitas N happy blogging Sob..

    BalasHapus
  18. betul betul betul tuh kakek....

    BalasHapus
  19. wah, bijak sekali tuh kakek, gue jadi terharu dan tambah semangat tuk meraih sebuah pencapaian, yaitu SUKSES

    BalasHapus
  20. wah betul sekali itu.. hehe

    BalasHapus
  21. hahaha, bener sekali sobat, ga jauh beda nih dgn warung makan :P tetap smangat, kerja keras untuk bisa sukses...

    BalasHapus
  22. kalo orang jawa kuno bilang ' hidup itu sementara ibarat sekedar mampir ngombe(=minum)' he he nice story :)

    BalasHapus
  23. mantap sekali artikelnya apasih namanya analogi atau apa ya

    BalasHapus
  24. bener banget nih, klo cuma mimpi tp gada 'gerakannya' mana mungkin rejeki datang menghampiri

    BalasHapus
  25. perumpamaan hidup emang banyak mas etam

    BalasHapus
  26. Asyiikkk....
    kalo hidup itu emang bener sperti Warung Makan...
    Indah nya kalo hidup cuma makan terus...
    Entar KENYANG melulu bawaannya,, mas..
    wkwkwkwkwkkw
    Bercanda :)

    BalasHapus
  27. ::salam Blogger::
    Dan perlu di ingat, "kadang saat kita mengambil makanan di warung itu, dan kemudian membayar harga yang telah di tentukan, ternyata rasanya tidak enak"
    artinya hidup yang penuh pilihan ini harus disikapi dengan bijak, tak selamanya kita bekerja keras akan mendapatkan hasil yang kita maksud, itu fakta, dan kita harus berani menentukan pilihan-pilihan cadangan yang lain, begitu kira-kira..
    ::Salam Hangat::::

    BalasHapus
  28. keren Sob, inspiratif bgt...
    thanks yah... :-)

    BalasHapus
  29. kakeknya siapa tu sob, pinter banget...
    hehehe

    BalasHapus
  30. Betul sekali, terima kasih pencerahannya...

    BalasHapus
  31. bila kita hanya berdiam diri tanpa mengambil tindakan apapun tapi mengharapkan kehidupn yang sukses, itu adalah tindakan yang mustahil, bergantung pada keajaiban dan salah satu perbuatan yang sia-sia dan tak patut dicontoh

    BalasHapus