14 Mei 2010

BAHAYA MIE INSTANT

Etam grecek ,bontang,kalimantan timur,kaltim
Mie instan, siapa sih yang tidak doyan ? Malah sebagian orang keranjingan dengan jenis makanan ini. Ada yang kalau tidak makan mie seminggu saja rasanya kangen berat. Ada yang menyediakannya sebagai pintu darurat kalau lagi tidak sempat memasak. Bahkan para anak kost menjadikan mie instan sebagai makanan kebangsaan. Anak-anak pun, kalau tidak suka mie pasti punya kelainan selera.

Titik Kritis di Seluruh Bahan
Titik kritis kehalalan pada mie instan terletak pada semua bahan yang digunakannya. Kok bisa? Tepung terigu, minyak goreng, bumbu-bumbu kan halal? Belum tentu. Tepung terigu pun bisa tercemar bahan haram. Saat ini tepung terigu difortifikasi (diperkaya) dengan vitamin, sedangkan vitamin sifatnya banyak yang tidak stabil sehingga harus dicoating (dilapisi). Salah satu bahan pelapis yang harus diwaspadai adalah gelatin, yang kemungkinan berasal dari babi. Selain itu sumber vitamin juga harus jelas, apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme.

Bahan-bahan lain yang harus diwaspadai adalah :
1. Bumbu dan pelengkap
Bumbu yang digunakan antara lain adalah MSG atau vetsin. Titik kritisnya adalah pada media mikrobial, yaitu media yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfungsi memfermentasi bahan baku vetsin. Sedangkan bahan pelengkap mie instan adalah bahan-bahan penggurih yaitu HVP dan yeast extract. HVP atau hidrolized vegetable protein merupakan jenis protein yang dihidrolisasi dengan asam klorida ataupun dengan enzim. Sumber enzim inilah yang harus kita pertanyakan apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme. Kalau hewan tentu harus jelas hewan apa dan bagaimana penyembelihannya. Sedangkan yeast extract yang menjadi titik kritis adalah asam amino yang berasal dari hewan.

2. Bahan penambah rasa
Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram.

3. Minyak sayur
Minyak sayur menjadi bermasalah bila sumbernya berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan.

4. Solid Ingredient
Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap yang dapat berupa sosis, suwiran ayam, bawang goreng, cabe kering, dan sebagainya. Titik kritisnya tentu pada sumber hewani yang digunakan.

5. Kecap dan sambal
Kecap dan sambal pun harus kita cermati lho. Kecap dapat menggunakan flavor, MSG, kaldu tulang untuk menambah kelezatannya. Sementara sambal menggunakan emulsifier untuk menstabilkan campurannya. Emulsifier dapat berasal dari sumber hewani yang harus kita ketahui dengan jelas.

Amankah Mengkonsumsi Mie Instan ?
Selama mie instan tersebut sudah mendapat izin dari Depkes, tentulah aman. Namun bila dikonsumsi setiap hari, apalagi oleh anak-anak, inilah yang menjadi masalah.

Sebagaimana makanan instan produk industri lainnya, mie instan menggunakan banyak sekali bahan-bahan kimia. Pewarna, pengawet, dan penyedap harus kita waspadai dalam hal ini. Sekalipun aman, namun bila terus menerus kita konsumsi dalam frekuensi sering dan dalam jangka waktu lama, bahan-bahan kimia dapat terakumulasi dalam tubuh. Efeknya tentu akan mengganggu sistem metabolisme, karena bahan kimia, bagaimana pun adalah racun bagi tubuh.

Selain itu, terlalu sering makan mie instan juga dapat mengganggu masukan gizi, terutama anak-anak. Kita memang dapat menambahkan telur dan sayuran sehingga kualitas gizi mie instan tidak kalah dengan seporsi nasi komplet. Namun rasa mie yang terlalu gurih, dapat merusak selera makan anak. Lidah mereka yang sedang belajar mengidentifikasi rasa, akan terpola dengan rasa gurih yang tajam dari MSG dan flavor mie. Akibatnya mereka menganggap masakan ibu yang umumnya tidak terlalu banyak menggunakan MSG hambar. Selera makan mereka pun hilang. Akhirnya, mau mie lagi, mie lagi….

Karena itulah, biar enak, kita tetap harus mampu mengontrol diri. Jangan terlalu sering mengkonsumsi mie instan, apalagi memberikan ke anak-anak. Sesekali silakan, apalagi saat-saat cuaca dingin.

18 komentar:

  1. pokoknya selama dikonsumsinnya ga rutin ya aman2 aja kayanya, tapi tetanggaku ada yg makannya tiap hari cuma mie instan Sob...herannya dia sehat2 aja, oiya dia ga makan nasi makanya makan mie instan setiap hari (Bukan ga mampu hhe)....

    BalasHapus
  2. Tips sederhana untuk mengurangi bahaya mie instan: Masak mie instan sampai mendidih, tiriskan semua airnya (pasti warna airnya berbeda) lalu kasih lagi dengan air yang sudah mendidih, masak lagi. Jadi dah...
    (Perebusan 2 kali untuk mengurangi lapisan lilin pada mie)

    BalasHapus
  3. @ferdinand:mngkin untuk saat ini blm kliatan ,,cb liat bbrapa thun kedepan...

    @kapuk online:wah ini jwbanx ya..dpikir'' msuk juga..thanx ya

    BalasHapus
  4. dari engkong2 bilang tuh, kalo mie instan punya zat lilin , so tubuh kita membutuhkan waktu 1 minggu untuk menghilang zat lilin itu, bayangkan kalo tiap hari mamam , usus kita dibalut lilin kayak jadi zombie huehue

    BalasHapus
  5. Mak nyus...bahaya banget ya mie instant itu

    BalasHapus
  6. Haru akunkurangi nih makan mie instan.thx sob

    BalasHapus
  7. wah mie instan makanan fav aku tuh . .Aku juga tahu siyy sebenernya . .tapi udah terlanjur seneng . .huhu . .

    BalasHapus
  8. @tomo:mencegah lebih dini bos...

    @uswah:betul,jng terlalu sering

    @akmal:di kurangi aj sob..

    BalasHapus
  9. Nice info gan, sebisa mungkin konsumsinya diminimalkan.

    BalasHapus
  10. betul..betul..betul...

    BalasHapus
  11. huaaaaaaa aku suka mie instaaaaaaaann T.T

    BalasHapus
  12. duh alhamdulilah aq jarang mkn nie ~_~


    Miss Rinda - Personal Blog
    www.rinda-holic.blosgpot.com

    BalasHapus
  13. @re's: jng trllalu bnyak ya..
    @miss rinda:alhamdulillah...

    BalasHapus
  14. KAlo kata teman Q racun kok dimakan, tapi enjoy adja enak sich hehehhehe

    BalasHapus
  15. ada bahayanya ya??? wah pantas bangsaku makin terpuruk... seleranya mie instant sih..

    BalasHapus
  16. hahaha..thanks for koment nya..

    BalasHapus
  17. wah harus sering ngurangin nih, makasih infonya ya

    BalasHapus